Uncategorized

Umroh ke Israel

Umroh ke Israel? Sejak kapan umroh ada yg ke Israel??
Maaf, tapi saya memang terperangah dalam hati tadi malam saat mendengar Pak Bambang mengatakan hal tersebut.
Kalimat itu muncul pertama kali dalam hidup saya tadi malam di lapangan bulutangkis dalam ruangan Svanemøllehallen. Saya yang biasanya latihan bulutangkis di tempat itu cukup terkejut tadi malam, karena warga negara Indonesia yang datang untuk berlatih bisa dikatakan lebih sedikit dari minggu sebelumnya. Terkadang saya sampai harus mengantri giliran bermain dan duduk di pinggir lapangan. Menyebalkan, sih. Para pemain yang sudah sering berlatih tampaknya merasa „senioritas“ itu berlaku. Jadi, agak tidak adil menurut saya.
Kembali ke umroh. Jadi, datang seorang bapak yang sudah beruban dan baru tadi malam pertama kali saya melihat beliau. Wah! Kejutan! Beliau meminta saya bermain dengannya. Tawaran yang menarik. Tapi dari pundak kanan saya mulai terasa sangat pegal dan otot lengan kanan juga mulai berdenyut. Akibat, terlalu semangat pemanasan dengan bermain Wii tenis dan tinju sendirian di rumah siangnya. Mainnya ternyata mencengangkan untuk seumuran beliau, meskipun kadang berbuat kesalahan tak perlu dan sepertinya masih ingin unjuk gigi.
Nah, selesai bertanding ganda dengan 2 teman saya yang lain, beliau bertanya dalam rangka apa saya di Kopenhagen. Kemudian ada teman tanding saya bertanya kepada beliau, „Pak, ibu masih di Indo, ya?“. Saya yang di dekat mereka juga mendengarkan. Beliau bilang, „Oh, si ibu masih di Indo. Dia dapat umroh ke Israel dan ke Indo langsung karena cucu baru lahir. Kalau saya baru balik dari Indo.“ Saya masih sedikit terkejut dan informasi tentang kata umroh mulai berlari ke sana kemari di pikiran saya. Sejak kapan ada yang umroh ke Israel? Apakah Jeddah dan Mekkah sudah pindah lokasi ke Israel? Apa yang terjadi di bumi? Apa yang terjadi dengan Israel dan Palestina? Dimana saya selama ini sampai ketinggalan informasi bahwa umroh sudah bisa ke Israel?
Saya yang semakin penasaran ini mendekati mereka berdua dan sekilas tapi jelas, saya melihat beliau memakai kalung salib emas. AHA! Ternyata beliau seorang Kristiani dan PASTI yang dimaksudnya umroh itu adalah umroh ke Yerussalem! Meskipun begitu, kata umroh ke Israel itu masih belum biasa di telinga saya, karena selama ini yang saya dengar dari teman-teman yang Protestan dan Katolik, adalah ziarah ke Yerussalem.
Tapi … tetap saja otak saya masih belum bisa menerima benar „Umroh ke Israel“ itu. But anyway, it’s no big deal for me.
Ps: Tadi blog saya ini sempat terputus di jalan, karena saya ketiduran di depan lappy dan dengan jari di atas keyboard. Terlalu letih rasanya dengan apa yang terjadi selama 24 jam ke belakang.
Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s