Berkah Sekaleng Cola

Cuma satu kata yang ingin saya ucapkan saat ini. Alhamdulillah.

Tadinya saya hanya berniat membeli makanan di luar, karena rasa lapar yang teramat sangat. Belum sarapan, malas makan, tapi harus makan dan lagi pingin banget makan kebab atau yang hangat. Sepertinya masih terasa saja sindrom musim dingin sampai hari ini. Lapar. Tapi cuaca di luar sedang tidak bersahabat benar hari ini. Tapi saya juga harus maklum, karena sekarang ini masih awal musim semi dan akan sering turun hujan. Artinya, masih akan tetap dingin.

Akhirnya saya tetap keluar meskipun dingin menyerang hanya beberapa detik setelah membuka pintu. Tujuan utama adalah menuju restoran kebab di dekat stasiun kereta api. InsyaAllah tetap buka, meskipun hari ini masih libur Paskah kedua di seluruh Denmark.

Sambil berharap-harap cemas, saya memutari supermarket di dekat restoran kebab itu. Alhamdulillah! Ternyata tetap buka! Saya melihat ada 2 orang remaja perempuan keluar dari restoran itu. Di dalam saya lihat masih ada beberapa orang berwajah Asia Tenggara, yang saya yakin, mereka pasti Au Pair dari Filipina. Benar. Mereka berbicara dalam bahasa Tagalog.

Setelah mulai terlihat tidak ada yang memesan, giliran saya memesan. Saya pesan menu pertama. Isinya satu kebab durum, sekantong kecil French Fries, mayonaise dan sebotol Coca Cola.

Saya tunggu sekitar 15 menit, karena sepertinya si bapak masih harus menyiapkan pesanan seorang perempuan Denmark yang memesan sebelum saya. Tapi entah mengapa, selama membungkus pesanan, si bapak selalu melirik saya. Saya sih cuek dan memang orangnya cuek. Adapun yang terlintas dan menduga, apa kira-kira yang dipikirkan si bapak tentang saya dan tampang „Asia Tenggara“ berambut hitam dan kecil ini, adalah pertanyaan yang akan ditanyakannya, „Kamu orang Filipina, ya?“

Ternyata saya salah! Setelah pesanan saya selesai dibungkusnya, dia bertanya, „Kamu berasal dari negara mana?“. Saya bilang dari Indonesia. Kemudian dia menanyakan pertanyaan yang sebenarnya membuat saya tidak nyaman jika ada seseorang di sini selain orang Indonesia. „Kamu Muslim?“ Saya langsung terkejut, tapi tidak saya tunjukkan rasa keterkejutan saya ini. Saya hanya tersenyum dan menjawab, „Iya.“. Kemudian dia mengatakan tanpa saya tanya dengan percaya diri, senyum dan menunjuk daging kebab yang digantung, „Daging kebab ini halal, lho.“ Saya hanya menjawab, „Alhamdulillah.“ dengan pelan dan sambil senyum.

Kemudian saya membuka lemari pendingin untuk mengambil sebotol Coca Cola dan menunjukkan kepadanya yang saya ambil itu benar. Eh, tiba-tiba dia jalan ke arah saya dan membuka kembali lemari pendingin yang sudah saya tutup. Saya kira, kenapa lagi dia buka kembali? Apa saya salah ambil minuman? Ternyata dia mengambil satu kaleng Coca Cola dan memberikannya kepada saya. Saya terkejut bukan main dan hampir saja saya menangis. (Duh, kenapa jadi terharu sekali begini, ya? Apa karena sedang datang bulan, jadi melankolis yang berlebihan begini hati saya?). Sambil senyum dan mengatakan terima kasih atas sekaleng Coca Cola ekstra darinya, saya keluar dari restoran kebab itu.


Sambil mengucap alhamdulillah berulang kali dalam hati dan senyam senyum di jalan, saya mencoba mengingat kembali apa yang dikatakannya saat memberikan sekaleng kola ekstra itu. Saya mengumpulkan kesadaran kembali dari euforia sekaleng kola dan yang saya ingat dia mengatakan, „Karena kamu muslim, saya beri ini ekstra.“ Sekarang saya benar-benar terharu. Allah tahu saya sedang lapar dan ingin makan kebab plus kola pasti, ya? SubhanAllah.

Apa yang masih saya pikirkan sampai detik ini adalah, kenapa si bapak bertanya apakah saya muslim? Apa karena saya bilang asal saya dari Indonesia dan dia berasumsi dengan samangatnya, bahwa saya seorang muslim? Saya yakin begitu.

Ah … saya masih terharu. Alhamdulillah untuk hari ini.

ps: kebab durumnya panjang banget, beda dr kebanyakan yg pernah saya beli di Kopenhagen. Habis gak, ya? Maklum, porsi makan saya jg kaya‘ kucing
Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s