Uncategorized

Tutup Saja Mulut, Mata dan Telingamu!

We are creatures of feelings.

Kita adalah makhluk perasaan.
Semua yang kita lihat, dengar, sentuh,
… … dan alami dalam kehidupan ini,
kita simpulkan menjadi perasaan-perasaan
yang kita terima atau yang kita tolak.
Orang yang terdidik – baik oleh lingkungan
atau oleh dirinya sendiri,
menjadi lebih mampu berpikir
untuk mengenali dan mengelola perasaannya.
Logika itu digunakan untuk sampai
kepada perasaan terbaik.
Orang yang logikanya baik,
lebih mudah berbahagia.

-Mario Teguh-


X :
ah ga mutlak, anak gw logikanya masih logika anak kecil, ga punya bapak, emaknya dikategorikan fakir miskin ( penerima tunjangan sosial), dia hepi hepi aja tuh.

Saya:
klo utk thp umur anak2,mrk hnya bru bisa mengerti mbak,blm sampai paham sepaham-pahamnya.sederhana 🙂


X :
if u don’t know anything, it’s good for your peace of mind. the more I know about the food industry, the more I’m sick when I’m passing by restaurants. my personal world in germany, here’s so peacefull no war, but when I turn on the tv, I see war, nature distruction, hunger.

I’m happy but sometimes I think about what I see and I wish to be egoist, that I’ve never watched those horrible real things.

X:
if u wanna be happy, cover your eyes, ears and live in the world of denial.

Saya:
Mbak bener, tp sayangnya situasi tidak berjalan seperti di setiap sudut di bumi ini dng yg mbak tempati.In der Tat, manchmal möchte ich auch von allen Formen des Hässlichen zu entkommen. Aber es ist nicht realistisch, auch wenn wir den Mund, Augen und Ohren zu schließen.


Tulisan Mario Teguh di atas itu saya pinjam dari beliau menjadi status saya di facebook dan yang di bawahnya adalah hasil balas-balasan komentar seorang teman dan saya saja. Antara setuju dan tidak dengan pendapat seorang teman tentang tulisan Pak Mario Teguh di atas. Saya sangat sadar dan paham dengan maksud si mbak tentang situasi di dunia saat ini. Tapi kok saya sedang malas menanggapi komentar si mbak ini. Mungkin karena saya sedang tidak enak badan. Datang bulan. Lagian udah ngantuk berat. Ya sudahlah. Tapi saya hanya ingin menegaskan satu hal, bahwa kita semua manusia. kita bukan monyet yang menutup mulut, mata dan telinganya, apalagi menjadi egois. Saya tidak akan pernah mau seperti itu, meskipun terkadang banyak orang mengatakan saya egois. Satu yang pasti, saya tidak berusaha menjadi egois dimanapun saya berada, mbak. MasyaAllah …. *ketok jidad*


Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s