Selamat jalan, mbak Ririn (dalam ingatanku)

Baru saja aku mengaktifkan hp tadi pagi, langsung satu sms muncul … dan aku terdiam di sisi tempat tidur. Benarkah? Benarkah isi sms ini terjadi? Sebenarnya ingin menahan … mungkin saja aku salah baca karena masih mengantuk. Karena tak tertahan lagi, air mataku menetes satu persatu dan semakin lama semakin deras, tidak bisa ku hentikan …

waktu menuju kaki gunung Putri yang ademmm banget


Seorang perempuan tegar, tangguh, kuat … meninggalkan dunia ini untuk selamanya.


Mbak Ririn, seorang teman yang ku kenal dari mbak Yeyen waktu liburan di Pamulang. Seorang yang ramah, meski baru berkenalan. Pertamanya, jujur saja aku merasa segan berbicara dengannya, kesan seorang wanita tegar itu sudah langsung bisa ku lihat di wajahnya.

Gapapa ya, wi. Kita naik mobil mbak Ririn ke Bogor, trus jemput Hani dulu di Bogor … gitu kata mbak yeyen. Aku ok ok saja. Gak masalah dikitpun. „Hai! Ririn!“ Itu yang pertama kali mbak ririn katakan.

Trus, semua pada cerita ini itu. Aku masih agak segan ikutan ngobrol bareng mereka. Sepertinya yg dibicarakan adalah masalah pribadi. Sampai dia juga cerita ini itu menyangkut multiplynya dll. Barulah semuanya nyambung ngobrolnya … Ternyata, dalam mobil ikutlah si nadja yang cakep dan baik itu. Anak yang kalem dan pengertian. Nadja Nameera. Mirip sekali dengan mbak ririn.

aku sampai harus minta tolong mbak Ririn untuk bujuk Nadja
supaya mau difoto


Mbak ririn … selama beberapa hari dengannya, ntah kenapa …banyak sekali yang dia katakan dan melekat di dalam ingatanku sampai sekarang … dia pernah bilang, untuk apa kerja mati2an klo gak untuk anak kan, wi … bener gak? … lain waktu pas mau masuk rumahnya, dia bilang, masuk aja wi … di sini kamu bebas, cuma ada cewek, gak ada seorangpun cowok di rumah ini. Pertama aku kaget, kok bisa???? ternyata mbak ririn adalah single mom aku salut padanya! Gak kelihatan ada rasa menyerah akan kerasnya hidup di wajahnya Dia bercerita tentang banyak hal yang menurutku pasti berguna buatku … trusssssssssss kata2nya ku ingat, padahal itu udah lebih setahun yang lalu … waktu mbak yeyen dan aku nginap di rumahnya di kawasan Cibubur, soalnya besok paginya mbak ririn, mbak yeyen, nadja dan aku mau jalan2 bareng mbak hani ke sebuah pura di luar kota Bogor.

aku sampai harus memaksa sedikit supaya semua mau kaki kanannya difoto
karena aku merasa, inilah bukti langkah2ku bersama orang2 yang aku sayang

Yang membuat aku kecewa cuma satu, „wi… klo kamu bangun lebih pagi sekitar pukul 6an, kamu bisa motret pemandangan bagus di sekitar danau di pinggir jalan mau masuk komplek…“. Ntah kenapa, aku menangkap, kalo dia semangat saranin ke aku dan aku gak dengarin sarannya… suaranya kedengaran … kecewa …

foto ini aku ingat banget … sampai aku dicari mbak ririn dan mbak yeyen kemana2 di dlm rumah, dan ternyata aku asik hunting foto, sendiri di pekarangan cantik mbak ririn yg penuh dengan tanaman yg aku sukaaaaaa banget, meskipun warnanya dominan hijau
akhirnya aku tau … mbak ririn suka warna hijau dan itu terlihat dari warna mobil dan baju2nya yg dipakai waktu jalan2 hari itu


Pagi itu … mbak Ririn minta tolong semua tanaman dan halamannya difoto trus kopi semua foto di rumahnya utk dia dia jg dengan semangat menunjukkan klo rumahnya pernah masuk majalah rumah dan aku sukaaaaaa banget desain rumahnya yang simpel dan asri serta mungil „jujur ya mbak, saya lebih suka rumah yg mungil tp asri, mbak dan banyak tanamannya … ademmmm banget rumah mbak ini „.


Aduh …. aku gak kuat lagi mau ceritain tentang kenangan yang sangat singkat itu dengan mbak ririn dan nadja … sekarang malah pengen nangis lagi

Hanya ada satu yang aku sangat menyesal karena gak bisa ketemu mbak Ririn dan Nadja lagi …. aku masih berhutang roti gulung Meranti khas Medan rasa keju favorit mbak Ririn dan rasa stroberi favorit Nadja maafin aku mbak … aku g
ak nepatin janjiku sampai nafasmu yang terakhir … maaf

Mbak, semoga semua amal ibadahmu diterima di sisi-Nya … dan do’aku akan selalu mengiringimu dan Nadja juga. Insyaallah, terkabul do’aku untuk mengunjungi „rumah“mu, saat ke tanah Jawa Amin ya rabbal alaminnnn …

foto waktu makan bareng mbak yeyen dan mbak hani
@ resto Jawa aku lupa namanya di Bogor



ada saat yang paling ku ingat saat bersamanya di Cimori dng mbak yeyen dan nadja … kami bertiga tertawa selama hampir 15 menit tanpa henti karena guyonan mbak ririn tentang susu segar cimori dan belahan tanktopku yang kelihatan juga belahan dadaku ya ampunnnnnn gak berhenti ketawa sampai otot perutku tegang dan jadi sakit makasih atas kenangan indahnya, mbak

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s