calon Prologku

„… tiba-tiba aku tersentak dari lamunan saat menyusuri jalan lengang ini. Apa kiranya yang melintas secepat kilat di langit sana? Ah, mungkin hanya beberapa remaja yang iseng bermain kembang api di atas atap rumah mereka. Tapi bukannya hanya ada pertokoan di depan sana? Dan suhu saat ini cukup minus untuk membuatku menghembuskan kabut … dan satu persatu cahaya itu berlarian di depanku, di depan mataku. Hingga ku berhenti dan mulai menghitung dengan jari … dan ternyata 10 jari tanganku mereka tipu … karena cahaya itu ada 16 … 16 bintang jatuh … yang mengucapkan selamat malam … sampai ku terlelap …di bawah ribuan bintang di atas sana …“


Starlight
I will be chasing a starlight
Until the end of my life
I don’t know if it’s worth it anymore


Mengapa ku sebut „di bawah ribuan bintang di atas sana“ ? Karena aku memang bisa memandang kerlap kerlip bintang di atas sana melalui jendela atap yang terbuat dari kaca


Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s