dilema dilirikin para cowok di Foto Max

Hehehe … ini cerita kemarin siang sebelum nonton Madagascar: Escape2Africa bareng Dini dan Ita. Sebenarnya saya gak punya masalah kalau dipandangi orang, hanya … saya juga suka memperhatikan penampilan saya saat itu. Apakah ada yang salah dengan pakaian saya? Adakah yang kena noda? Koyak? Atau apa? Kalau memang ada yang gak „benar“, mbok ya diberitahu. Gitu seharusnya kan, ya?

Jadi, sebelum nonton saya pergi ke sebuah pusat cuci cetak foto yang letaknya dekat Mesjid Raya Medan, namanya Foto Max Kodak Express.

Saat masuk saya merasa biasa saja dan langsung menuju meja kasir. *saya gak tahu yang mana sebenarnya meja kasir dan tempat utuk melayani pelanggan* soalnya ada satu stelling dan sebuah meja kayu kecil. Pegawainya pada ngumpul di situ semua, jadi saya ke situ dan tanya sana sini gimana cuci cetak foto di situ. Done!

Terus saya ya menunggu di bangku sebelah komputer, karena sepertinya gak ada kursi atau bangku lain … Hmmmm pelayanan pelanggan yang sedikit kurang, menurut saya. Padahal kata teman, tempat ini termasuk pilihan tempat mencuci foto yang lumayan ternama juga. Bapak juga bilang begitu

Saya mau cetak foto dengan ukuran 10R *atas saran si abang yang lebih pengalaman, dicetak pakai 10R long*, karena dia tahu banget *sepertinya* foto yang mau saya cetak itu untuk apa, jadinya saya iyakan saja sarannya. Jadi deh foto yang dicetak menjadi 10R Long. Kenapa dicetak Long? Agar tidak ada bagian yang terpotong, gitu kata si abang. Satu lagi foto yang mau saya cetak adalah foto candid pernikahan teman kuliah saya, yang menurut si abang itu, akan lebih bagus dicetak ukuran 6R. Ya sudahlah, bang. Karena kamu lebih paham tentang bagaimana bagusnya ukuran cuci cetak foto, saya ikut saja. *asalkan gak kemahalan, bowwwww *

Tibalah saat yang membuat saya sedikit merasa tidak nyaman. Kenapa semua cowok yang berada di dalam laboratorium cuci cetak pada mengintip saya yang duduk di ruang tunggu???? *Bukan geer, lho. Tapi karena laboratoriumnya berlapis dinding kaca, jadi ya tembus pandang. Meski saya gak mau perhatikan mereka, tapi ya tetap kelihatan, kan?

Saya jadi bingung sendiri Memangnya ada dengan saya …. atau foto yang saya cetak? Karena saya mendengar sepertinya mereka berbisik-bisik tentang sesuatu dan saya yakin itu foto saya yang mereka bisikin di belakang sana. Kenapa saya bisa tahu, kalau foto saya yang mereka bicarakan? Karena saya dengar ukuran „6R“ itu disebut-sebut. „Iya, bagus ukuran 6R, kan?“, kata seseorang di dalam.

Anehnya lagi …. ada beberapa orang cowok yang masuk ke tempat ini, semuanya pada memandangi saya! Ada apa dengan Dwi?????

Kesimpulan: saya mencoba berpikir positif. Apa tidak pernah ada sebelumnya perempuan yang mencuci cetak fotonya di sini? Apalagi dalam ukuran 10R dan 6R??? Bukannya saya minder atau bagaimana, tapi sepertinya saya asing sekali bagi mereka, karena saya akan ikut lomba? Huhuhuhuhuhu … amatiran kan juga boleh ikutan lomba.

Sebenarnya saya kurang suka ikut serta dalam lomba fotografi. Saya hanya menikmati fotografi dengan memandangnya dan jepretan saya speertinya hanya untuk koleksi pribadi. Hmmmm non komersil, deh. Tapi beberapa waktu lalu saya photo hunting bareng teman2 dan pasti akan ikut lomba. Saya maklum, karena mereka itu berbasis ilmu jurnalistik dan mereka adalah wartawan. Hahahahaha Tentu pengalaman dan ilmu lebih dari saya, kan.

Ah, tapi sudahlah. Biarkan saja para cowok itu melirik2 hehehehe

nb: *tapi kok saya jadi pengen ikut lomba fotografi lainnya, ya? …. *maruks kali ya

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s