Uncategorized

Israel sama kejamnya dengan Hitler (saat sejarah terulang kembali)

Saya bukanlah seorang politikus yang katanya berpengaruh besar pada langkah sebuah bangsa dan negara. Saya cuma seorang manusia dan warga sebuah negara. Tapi saya masih punya hati untuk membela apa yang saya anggap sebagai hak seorang manusia untuk hidup dalam damai.

Beneran saya mau menangis saat melihat berita sabtu tengah malam lalu. Saya masih ingat berapa jumlah korban yang jatuh akibat serangan rudal Hamas ke Israel. Satu. Hanya satu korban ada. Tapi mengapa rudal Israel kemarin mengambil nyawa sampai lebih dari 275 orang warga Palestina? Miris sekali memang mendengar berita itu. Apa ada yang melihat dan sadar, bahwa sejarah telah terulang kembali? Bagaimana seorang Adolf Hitler begitu ingin memusnahkan bangsa Yahudi dari muka bumi ini?

Sebenarnya saya gak mau percaya gitu aja dengan berita di media massa internasional dan negara sendiri, tapi bagaimana saya tidak percaya cerita seorang teman yang datang, melihat dan mengalami sendiri nafas kebencian yang telah mendarah daging pada tubuh bangsa Yahudi dan Muslim di Yerussalem, yang adalah kota 3 agama terbesar di muka bumi? Teman ini adalah seorang editor dari UNICEF. yang bertugas, sering di daerah konflik. Dia pernah berkata, „Kamu tahu, Dwi? Di Yerussalem tak ada kedamaian antara bangsa Yahudi dan Muslim. Yang ada hanya kedamaian semu dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin mereka akan tegur sapa seperti biasa layaknya tetangga yang baik, tapi tidak di dalam hati dan pikiran mereka. Kebencian itu telah ditanamkan kedua belah pihak sejak dahulu kepada generasi penerus mereka. Jadi, tidak akan pernah ada yang namanya kedamaian di tanah suci. Semua ternyata sama saja di sana.“



Saya hanya bisa diam tanpa komentar, argumen ataupun anggukan kecil tanda setuju akan kalimat2nya, karena saya memang tidak setuju dengan keadaan itu, tapi saya juga tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Saya hanya diam.

Kembali ke Adolf Hitler, saya tidak tahu pasti, mengapa sebenarnya dia sangat membenci bangsa Yahudi dan ingin membinasakan bangsa Yahudi sampai ke anak cucu mereka. Entah kenapa saya yakin, dia punya alasan yang tak sekedar rasa benci terhadap bangsa Yahudi untuk melaksanakan pemusnahan masal di pusat penampungan Auschwitz, yang akhirnya menjadi kuburan masal bangsa Yahudi pada Perang Dunia II.

Menurut saya, bangsa Yahudi merasa, mereka tidak bersalah atas tindakan apapun, yang berkenaan dengan kepentingan mereka, meski itu artinya harus dengan memusnahkan bangsa lain yang tidak sependapat dengan mereka. Kapankah ini akan dihentikan?

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s