pejalan kaki ngomelin orang naik sepeda

Sebenarnya aku gak mau marah siang itu, tapi apa yang terjadi??? Aku marah! Spontan aja tuh. Udah siang, debu di sana sini, mana panas terik, eh dipancing ini marah untuk keluar. Ya akhirnya keluar aja si Marah itu!
Dan sampai detik ini tetap aja aku mau ketawa ngakak, kalo ingat kejadian siang itu. Soalnya, lucu aja, dengar komentar yang sok ngerasa benar dari seorang bapak yang naik sepeda di pinggir jalan dan berlawanan dengan jalan! Totally Stupid!!!

Ah, lebih baik diceritakan secara detil saja, ya.

Siang itu semua baru pulang dari rumah Julia di Tasbi, karena semalamnya nginap di rumahnya. Karena sebelumnya ada acara perpisahan Katharina yang balik ke Bonn, Jerman.
Nah, aku itu jalan bareng 2 dosen paling belakang di pinggir jalan sambil ngobrol ngalor ngidul. Meski gitu semua tetap konsen dengan arah jalan dan hati2, kok. So, no problemo. Seharusnya ….


Eh, gak berapa detikkkkkkkkkkk … lewat seorang bapak naik sepeda dari arah depan mereka dan dengan yakinnya dia berkata, „BORONG AJA JALANNYA!“. Spontan dong semua bengong! Tapiiiiiiiiiiiiiiii aku tidak dan tanpa pikir panjang keluar omelan itu, „APA???? ENAK AJA BILANGIN ORANG BORONG JALAN!!! SEKARANG SIAPA YANG SALAH JALAN???!!! MIKIR DULU, BARU NGOMONG!!!“


Duh, jadi tengsin … soalnya dosen2 pada ketawain.


BANGGA DENGAN KESALAHAN … sepertinya itu yang aku tekankan dalam kejadian itu. Kenapa sepertinya, kebanyakan orang di negara ini semakin bangga saja dengan „saya yakin, saya benar“ mereka itu? Maaf, jika ada yang tersinggung, tapi aku merasa harus ada yang „menyadarkan“ orang2 BEBAL seperti ini. Kalau cara halus gak mempan, ya kasar.
Ini bukan pertama kalinya aku berbuat gitu. Sampai aku pernah ditegur kkku sendiri, karena menurutnya aku kurang hati2 menyeberang jalan. PADAHAL aku sudah hati2, lirik kanan kiri gak ada kendaraan, sudah hampir tengah malam, sepi dan aku berjalan di atas ZEBRA CROSS, yang menurut aku adalah hak pejalan kaki untuk merasa nyaman berjalan di atasnya dan didahulukan haknya oleh pengendara kendaraan apapun. Tapi tiba2 datang sepeda motor dengan kencang, waktu aku masih di tengah zebra cross. Tenang tapi geram, aku cuma melototi wanita dibalik helm itu….trus jalan lagi.

Ini hanya terjadi di Medan? Oh, tidak. Dari mulai Jakarta, Bogor, Tangerang, Palembang, Pekan Baru, Medan. 3S! Alias semua sama saja!

Hanya sekedar lambaian tangan yang mempersilahkan aku untuk menyeberang, yang hanya beberapa kali terjadi sejak aku di Indonesia, menjadi sesuatu yang „NYAMAN“ dan merasa dihargai sebagai pejalan kaki.

Mungkin semua ini yang membuatku tidak mau belajar mengendarai apapun, sampai sekarang. Lebih asik naik kendaraan umum kali, bowww

Siapa yang salah atas semua ini? Mari koreksi diri masing2 dan jangan BANGGA dengan kesalahan yang telah dibuat.


BE A PEDESTRIAN IS MUCH MORE FUN AND HEALTHIER!


Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s