so sweet at the end? …. yeah! it was!

percayakah, bahwa tidak selamanya menjadi yang terakhir selalu yang paling buruk? terima kasih Allah … mungkin hanya itu yang bisa kuucapkan … memang, usaha … aku yang harus melakukannya … tapi toh di akhir perjuangan, semua Kau yang menentukan … tiada akhir berucap Terima Kasih, Allah

Kemarin pagi ujian pra sidang terlewati dengan … alhamdulillah lancarrrrrrrrr, bou sumpah!!!! rasa takut juga muncul waktu membacakan proposalku dalam bahasa Jerman, meskipun proposal pake bahasa Indonesia, toh tetap saja HARUS diterjemahkan dan dibaca pake bahasa Jerman grrrrrr … jujur aja nervous … pasti plusnya lagi ini jari2 yang megang kertas untuk dibaca, malah ikut2an gemetaran dag dig dug serrrrrrrrrr huehehehe

Jawohl!!! Ich habs gemacht!!!!
(yeah! i did it!)

sekarang … masalahnya, hmmm … sebenarnya gak ada masalah serius, yang paling mengganggu adalah MATA dan pemahamanku ….. heeeeeeee???? iya, meskipun layar laptop itu udah terang benderang seterang2terangnya, tetap saja mataku susah membacanya … semakin kuatlah pertanda bagiku untuk menggunakan sepasang „mata tambahan“ … tinggal menunggu waktu, rupanya …
masalah kedua, AKU GAK NGERTI pertanyaan yang diajukan penguji dalam bahasa Jerman itu apa aku yang kurang paham dengan pertanyaan mereka, atau pertanyaan mereka …. hmmmm … kurang benar? … atau ada kemungkinan yang lainnya saudara2? yang buat aku senang … tidak ada pertanyaan yang menyulitkan … semua bisa dijawab dengan lancar dan dalam bahasa Jerman oh Gott Gott Gott … betapa senangnya hatiku … ternyata dosen2 penguji itu mau bertanya jawab dalam bahasa Jerman …. syukurrrr jadi bercuap2 lagi dengan santainya pake bahasa bule itu ini bukanlah sebuah ketakutan … melainkan hanya rasa khawatirku akan kehilangan sesuatu yang selama 9 tahun kupelajari dan hampir 2 tahun kupraktekkan langsung … please God, i really don’t want to loose it

setelah mengalami yang namanya dikritik habis2an, menanti, ke sana kemari, making „a have to be perfect“ paper … singkat kata aku harus bersusah payah … pada awalnya …. but, so sweet at the end

and … talk ‚bout „yang terakhir“ … i am the last two of many students in my class, who haven’t finished the paper yet bangga? enggak … but everyone has their own way to finish something, rite?

*perjuangan memang terasa lebih berarti … jika dihiasi susah payah itu* …. setuju?*

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s