Uncategorized

susahnya menggapai puncakmu …

… memang, di dunia ini gak ada yang namanya kesia-siaan … yang ada hanya kegagalan. Tapi kegagalan itu sendiri hanya sebagai sebuah ketertundaan … bagiku dan semoga menjadi pecut untuk terus berusaha.

… akhirnya aku berada dalam perjalanan pulang. Kembali menuju rumah … kurang lebih … dalam 3 jam aku akan berada di bawah pancuran di kamar mandi. Hilanglah semua penat, bau dan keringat dari tubuh ini. Sebuah niat yang tak direstui-Nya dan untuk kali ini harus ditunda …

… jalan berliku ini akan berakhir di kota Berastagi dalam sejam. Masih … semilir angin menampar-nampar wajah kami yang dengan mantap lebih memilih untuk duduk di atas angkutan kota yang pasti selalu penuh setiap harinya. Meski teman2 mempersilahkan para cewek untuk duduk di dalam, tapi maaf teman, aku lebih bersahabat dengan angin kencang daripada asap rokok, bau keringat dan hawa mulut yang berdesakan di dalam kendaraan kecil ini.

… entah aku sadar sepenuhnya di atas sini, namun harus. Ekstrim … ? Mungkin. Tapi aku juga wajib punya tanggungjawab atas tubuh kecil ini. Jalanan yang lumayan bagus pasti gak langsung bisa melempar bokongku ke tanah, kan? Sedari masih di bangku Sekolah Dasar aku sudah sering berada di luar kendaraan daripada di dalamnya … dan ini menjadi kebiasaan yang melekat di otakku di setiap perjalanan di sekitar kota ini.

… dia masih berdiri tegak di sana dengan angkuhnya seperti temannya yang menyebar di seluruh pelosok negeri ini. Ada yang masih memiliki hutan dan banyak yang sudah gundul sampai ke kakinya, bahkan kebanyakan kepalanya sudah botak tak bersisa sebuah pohon pun. Tapi ya mau diapakan lagi? Ada saran dan tindakan?

… untuk sejam ke depan … aku masih akan berada di atas sini dan hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Kenapa kemarin sore harus hujan sederas2nya, seperti tumpahan air dari tong air berisi ratusan galon air?! Bah! Saat berada di cakruk kecil di pinggir danau Lau Kawar itu aku sudah merasa, kalau kedatanganku ke sini hanya akan mejadi sebuah penundaan atas sebuah niat tulus untuk memandang dataran luas ini dari tempat tertinggi.

… dan niatku dengan lancar terbalas kemudian … karena … akhirnya aku berhasil berdiri tegak dan lega di atas puncakmu, meski ku ingat rangkakan itu sangat tidak mudah … dalam kelam kegelapan dini hari … kesendirian … ku menyemangati sendiri tubuh ini untuk tidak menyerah sedikitpun, untuk kali ini … dan imbalan itu akhirnya kudapat dengan sempurna … dan menikmati sejuknya belaian awan di pipiku, aliran kemurnian udara tak tercemar perlahan kutarik ke dalam paru-paruku. Dalam kuhela nafas … kemudian ku hembus kembali ke alam. Can you imagine, your body screaming happily because they feel so fresh upon there? Hmmm … feel sooooooo comfort … like flying with all the birds.

… apa saja yang telah kulewati sejak berangkat dari tempat perkemahan itu, ya? Hmmm … hutan (sudah pasti), kebun sayur ; sawi, kol, cabe, bawang, kacang panjang, terong dan masih banyak lagi. Kalau buah-buahan apa, ya? Khas daerah ini adalah jeruk, tapi … hei … tunggu dulu! Dari tadi sepertinya cuma jeruk yang kulihat. Memang sih iseng, tapi dengan yakin … memang cuma jeruk yang terlihat mataku. Mungkin ada juga beberapa pohonnnnnnn DURIAN, saudara-saudara. Wah, sejak kembali ke tanah air, sepertinya lidahku belum mencicipi durian. Menunggu lagi sampai musimnya tahun depan? Alamakkkkkkkkkkkkk! Lama nian kalo’ begitunya ceritanya!

… “a BAD HABIT , dwi. Kau terlalu banyak diamnya” … begitu yang selalu diulang2 teman2 kalo dalam perjalanan. Yah, emang dari dulu kalau yang namanya nonton dan selama dalam perjalanan kemanapun, pasti aku diam. It’ll be much meaningfull, if i’m in silence admiring the nature sorrounding me …

See you again … entah kapanpun itu … aku pasti mendakimu lagi …

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s