Uncategorized

rasa senangku yang sederhana

Kemarin malam … hampir menetes lagi air mata ini … bukan karena sedih, melainkan senang. Kenapa aku harus senang atas kelegaan seseorang yang sekalipun aku belum pernah bertemu? Ya … karena dia adalah seorang teman, yang entah kapan akan bertemu aku tak tahu … atau mungkin tidak akan pernah bertemu sampai kapanpun … Yakin sekali aku tidak akan bertemu dengannya? Mungkin berlebihan … tapi sore itu di Stasiun Kereta Api Münster kami berdiri mungkin hanya dalam jarak 25 meter dan sebenarnya bisa saja aku menyapanya, karena aku yakin itu dia, sedang ngobrol dengan teman-temannya. Tapi aku hanya memandang dari kejauhan bersama Icha, Puti, Ika dan Tante Sani. Sekali, mungkin dia sadar ada yang memandang dari kejauhan, tapi aku juga tak hendak bergerak ke arah mereka untuk menyapa, mungkin untuk yang terakhir kalinya.Sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untuk bertemu muka dengannya.Tapi tetap saja aku masih penasaran untuk bertanya ke dia, apa dia di Stasiun Kereta Api yang sama hari sabtu sore itu.Ternyata memang benar, itu memang dia bersama teman dari negara lain. Yang dia heran, mengapa aku tidak langsung menegurnya. Hmmm … it’s something that you won’t understand …

Lama tidak menggunakan Yahoo Messenger … ( mungkin hanya 3 kali ngobrol di dunia maya setelah kembali ke tanah air ) …

Status : in dem Arbeitsplatz.

“ Arbeitest du schon? “

“Ja … wer bist du? Ich kenne nicht, weil ich Meebo benutze.“

“Dwi”

“ Eh, lu ingat gak? Lu pernah bilang, bulan Mei gw bakal dapat kerjaan?”

“Masa’ sih?”

“ ja “

“ … “

“tapi meleset”

“meleset gimana?”

“ya meleset, hampir tidak terjadi … karena gw baru dapat kerjaan akhir bulan Mei”

“ … hehehe … maaf deh, masih amatiran”

“amatiran?”

“nö … nichts … vergiss es”

“gak papa lagi”

“…”

Lama dia diam … (wajar, karena dari statusnya terbaca “SIBUK”) … dan aku harus pulang. Sudah malam, lapar, ngantuk, belum mandi. Hoooooaaaa … xixixi.

Sampai detik ini tetap saja masih terpikirkan olehku. Jadi, sejak aku mengatakan kalimat yang tak lebih dari sebuah do’a seorang teman itu, dia masih terus memikirkannya? Honestly, you’ve made scrared, you know.

Danke für dein Vertrauen und Neugiriegkeit …

* in dem Arbeitsplatz ( di tempat kerja/kantor )

Arbeitest du schon? (Kamu udah kerja?)

Ja … wer bist du? Ich kenne nicht, weil ich Meebo benutze (iya … kamu siapa? Aku gak kenal, karena aku pake Meebo)

nö … nichts … vergiss es (gak … bukan apa2 … lupain aja)

Danke für dein Vertrauen und Neugierigkeit (makasih untuk kepercayaan dan rasa penasaranmu)

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s