Being Pregnants

“ Kalau aku, jujur, suka banget melihat ibu yang sedang hamil, mbak. “ Mbak Puri malah mesem – mesem saja. Teman mbak Yeyen sejak Sekolah Dasar sampai sekarang itu memang cantik.

Kalau aku ingat – ingat, saat ini ada beberapa teman yang sedang hamil. Yang pertama aku ingat mungkin kakak kelas di kampus. Junita Manurung, sekarang tinggal di luar kota Bremen. Mungkin usia kandungannya sudah berumur 6 bulan, karena terakhir ketemu bulan Januari lalu. Yang anehnya, dia dan Matze sepertinya sudah merencanakan, agar anaknya juga lahir bulan Juni, juga?!

Dia adalah kakak kelas sekaligus teman sehobi bermain bola basket dan dan bergabung dalam klub kampus yang akhirnya kebanyakan anggota ceweknya ke Jerman dan yang lainnya entah dimana rimbanya. Mungkin karena anggotanya sedikit, jadi kami bisa dibilang cukup dekat. Hampir setiap kali sesi latihan semua anggotanya hadir. Terkadang hanya untuk bermain nonstop tanpa istirahat. Sering juga hanya duduk di pinggir lapangan dan menonton semua pemain cowok yang ada di lapangan, memuji atau mengkritik lemparan 3 angka atau gaya mereka memasukkan bola, sampai digigiti nyamuk malam dan pulang, sampai diusir Satpam kampus karena pagar akan ditutup. What a sweet moment … kak, sepertinya tahun 2010 baru kita ketemu lagi, ya?

Mbak Wendy, mungkin sekarang usia kandungannya 4 bulan. Seorang wanita yang mandiri dan penyabar, meski orang – orang di sekelilingngya banyak yang bertentangan dengannya dan dia sekaligus menjadi seorang kakak bagiku. Sampai sekarang dia masih tinggal di kota kecil tapi besar paling selatan negara bagian Baden Würtemberg, Freiburg im Breisgau. Mbak, I am happy for your pregnancy and respect your decision to be single mother.

Neno’, sobitku dari kelas 1 SMU, alhamdulillah sekarang berjalan hamil 5 bulan. Cewek yang berbadung ria denganku, telah menjadi seorang istri dan calon ibu. Ich habe dich immer Lieb, No’.

Dan yang semoga segera menjadi seorang ibu hamil, adalah Silvia Carolina Christina Siregar alias Pia, sobit sekelas di kampus. Akhirnya, si bungsu dari 3 boru Siregar yang lebih dulu menikah. Si sulung dan si Tengah sepertinya masih perlu waktu, Pia … hehehe. The only thing that I hate, the premenition about not going to meet you for a long time, was right. Yes, everything has a reason … and God, the only one who knows. Auf Wiedersehen, Pia.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s