Payungku sayang … payungku malanG

Akhirnya, terketik juga blog ini. Padahal, sebelumnya saya masih ragu … tapi entah kenapa … dorongan untuk bercerita tentang perjalanan 2 payung milik saya …yang ternyata tidaklah selamanya menjadi milik saya, begitu kuat.
Kenapa saya bilang begitu, yahhh … katakan saja, kejadian yang terjadi sepanjang hari ini membuat saya „mela
ksanakan“ keinginan itu.
Kalau diingat2 kejadian tadi, saya jadi semakin berpikir berulangkali. Apakah ada makna yang tersirat di dalamnya ? Atau hanya sebuah kesialan ? Kelalaian ? Kealpaan ? Kelupaan ?
………… ?

Sebenarnya saya sudah tidak tenang hati membawanya, mulai dari kamar saat berkemas … ( astaghfirullah !!! saya baru ingat, ternyata saat akan melangkah dari depan pintu luar, saya sempat mengeluhkan hujan dan acara berpayung ria !! )
Namun, apa hendak dikata ? Terjadilah semua yang tak saya harapkan, tapi telah terbayangkan.
Hilanglah payung saya yang kedua !

Hmmm … sebenarnya bukan saya yang menghilangkan atau terhilangkan … meskipun bukan saya yang berbuat, tapi mau tidak mau juga saya akui, kalau saya juga kurang awas dengan payung saya sendiri, yang untuk sementara dibawa Li di dalam trem. Dia disandarkan di bangku trem. Dan karena saya juga duduk berhadapan dengan Li, jadi saya tahu payung itu bersamanya. Tapi, yang namanya tertinggal, ya hilang.
Sebenarnya, masih bisa mengejar trem yang berlalu, tapi Li bilang, gak usah saja, biarkan. Ya, saya maklum, meskipun dikejar dengan trem berikutnya, tetap saja,
kemungkinan tidak mendapatkan kembali payung itu lebih besar, daripada sebaliknya. Waktu juga harus diperhitungkan, takutnya Li ketinggalan trem pulang dari stasiun kereta api utama.
Yang membuat saya sangat bersalah, meskipun payung itu dalam pengawasannya, tetap saja, seharusnya saya yang harus menjaga payung saya sendiri.
Saya bilang ke Li, ya sudahlah … mungkin gak rezeki punya payung itu. Mencoba untuk berpikir positif, mungkin saja, ini mungkin ya … pasangan kakek nenek yang duduk di sebelah saya waktu di dalam trem,
perlu payung dan karena mereka yang memperhatikan saya dan Li duduk di dekat mereka, mungkin mereka yang mengambil payung itu. Jika memang itu yang terjadi, ya syukur. Tapi Li tetap merasa ga enakan dan bilang mau ganti dengan payung yang baru. Saya bilang, mungkin harganya hanya 2 euro atau berapapun itu, biarkanlah … ga perlu mengganti, toh saya tinggal sebulan lagi di sini. Tapi … Li tetap membeli yang baru berwarna hitam untuk saya.
Bukannya tidak bersyukur Li mengganti payung yang hilang, tapi kami berdua juga sempat ketawa bareng, karena si payung hitam ini punya sedikit cacat, salah satu penyangganya tidak terjahit dengan benar dan … selama saya sandarkan dimana saja, tetap saja jatuh ke lantai. Li jadi nyeletuk, kok payungnya dibuang ? … bukan dibuang, tapi ga bisa disandarkan, kurang seimbang sepertinya saat diproduksi. HALAH ^_^ salah, sepertinya tidak layak jual, kata Li.
Sepertinya, kamu gak boleh pakai payung, ya … kata Li lagi.

?
basahhhhhhhhh, dong !

„….sigh ….“


mana ada payung seperti punya kamu harganya 2 euro, kata Li.
ya, memang benar sih, kalau gak salah harganya lebih dari itu,
tapi saya jg gak ingat pastinya berapa harganya.

Apa saya sudah terlalu tidak suka dengan payung dan hujan, makanya beginilah yang saya alami ?

Beberapa jam sebelumnya, saya juga mengalami sesuatu yang sangat tidak seharusnya terjadi.

Saat berada di depan pintu masuk dan keluar Mc Donalds, Li gak bisa buka payung saya, jadi saya yang buka, tapi begitu saya sorong ke atas … memang harus sedikit didorong … ternyata saya mendorong bagian yang salah ! Akhirnya, jari telunjuk tangan kiri saya TERSAYAT bagian yang tajam dan darahnya terus mengucur sampai Li takut, tapi saya gak merasa sakit, nyeri atau apapun … aneh ! Mungkin karena tersayat tepat di bagian buku jari, jadi darahnya gak berhenti2, padahal sudah dibalut tisu sementara. Ujung2nya ke Rossmann beli plaster, yang ternyata kelebaran !
Kembali ke payung, yang pertama hilanglah yang sangat saya sesalkan dan saya jadi iseng ngambil kesimpulan, kenapa di 2 kali 17 Agustus, saya harus mengalami pengalaman yang sangat tidak mengenakkan ? Yang pertama saya pikir tidak untuk diceritakan dan yang kedua …. payung kesayangan saya hilang ! Tidak, sepertinya tertinggal ! Memang saya yang lupa. Saya yakin ketinggalan di rumah makan tempat saya dan teman2 ngobrol dan minum teh. Saking asyiknya ngobrol, akhirnya terlupakanlah si payung.
Payung biru itu … sangat berkesan. Bagi seorang murid SMU yang menjawab sebuah kuis berbahasa Jerman melalui internet tentu sangat berkesan. Atau bagaimana ?
Mendapatkan sebuah payung kecil dari negara yang berbeda benua tentu sangat berarti … yah .. bagi saya, sangat. Sebenarnya saya juga gak yakin akan memenangkan suvenir dari Radio Deutsche Welle Jerman, karena tidak ada kabar sama sekali seminggu setelah hari pengumuman yang seharusnya. Ternyata payung itu dikirim dulu ke si pemenang, kemudian diumumkan …. aneh.
Singkatnya, saking cintanya sampai patah pegangan payungnya, dia tetap saya bawa ke negara asalnya 2 tahun lalu dan ….
…… di rumahnyalah dia hilang ……


Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s